Sekali lagi, Piriya dituduh mencuri ponsel sang guru di hadapan orangtuanya sendiri.
Tak kuat menahan tekanan itu, akhirnya Piriya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Sebelum melakukan aksi nekatnya tersebut, dia sempat menulis pesan terakhir pada sang guru dan orangtuanya.
Dalam suratnya, Piriya bersikeras mengatakan bahwa dirinya tidak mencuri ponsel milik gurunya.
Dia juga meminta maaf pada orangtua karena telah menyebabkan insiden tersebut.
"Aku ingin berterima kasih kepada orangtua karena sudah merawatku. Aku sangat menyayangi kalian dan menyesal," tulisnya sebelum mencoba gantung diri dengan kain syal.
Sekretaris DSS Batu Kawan satees Muniady mengutuk sikap guru yang tak bertanggungjawab tersebut.
"Walau usianya sudah 13 tahun, bukan berarti dia bisa dipermalukan di depan teman dan orangtuanya sendiri. Ada cara yang lebih baik untuk menyelidiki kasus pencurian tersebut," ungkapnya.
"Saya tahu kalau ponsel yang hilang itu model iPhone 6, tapi apakah ponsel lebih penting daripada nyawa seorang siswa?" imbuhnya.
"Seharusnya seorang guru bisa paham bahwa usia siswa ini masih belum mampu menerima penyiksaan mental sebesar itu," tambahnya.
Saat ditanya tentang kondisi Piriya, Satees mengatakan bahwa saat ini korban sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Seberang Jaya, Malaysia. (Tribunstyle/ Irsan Yamananda)
Artikel ini telah dipublikasikan di Tribunstyle.com dengan judul "Tak Kuat Dituduh Mencuri Ponsel oleh Sang Guru, Siswa SMP Ini Nekat Lakukan Percobaan Bunuh Diri!"
<< Halaman sebelumnya
